BAB 2 IP ADDRESS DAN SUBNETTING
Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu memahami konsep pengalamatan IP, membedakan IPv4 dan
IPv6, menentukan Network ID dan Broadcast Address, menerapkan CIDR, melakukan
subnetting dan VLSM, serta mengaplikasikan hasil perhitungan pada perancangan
jaringan komputer.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
- Menjelaskan
pengertian IP Address.
- Membedakan
IPv4 dan IPv6.
- Menentukan
kelas alamat IPv4.
- Mengidentifikasi
alamat Network ID dan Broadcast Address.
- Menjelaskan
konsep CIDR.
- Menghitung
subnet menggunakan subnetting.
- Menggunakan
VLSM untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP.
- Menerapkan
hasil perhitungan subnet pada studi kasus jaringan sekolah.
Kata Kunci
- IP
Address
- IPv4
- IPv6
- Subnet
Mask
- CIDR
- Network
ID
- Broadcast
Address
- Subnetting
- VLSM
Peta Konsep
IP Address│├── IPv4│ ├── Kelas IP│ ├── Private IP│ ├── Public IP│ ├── Network ID│ └── Broadcast│├── IPv6│├── CIDR│├── Subnetting│└── VLSM
A. Pengertian IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) adalah alamat logis
yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap perangkat pada suatu jaringan
komputer agar perangkat dapat saling berkomunikasi.
Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan harus memiliki alamat IP yang unik.
Contoh:
|
Perangkat |
IP Address |
|
Router |
192.168.10.1 |
|
Guru |
192.168.10.2 |
|
PC 1 |
192.168.10.10 |
|
PC 2 |
192.168.10.11 |
B. IPv4
IPv4 menggunakan alamat sepanjang 32 bit yang dibagi
menjadi 4 oktet.
Contoh:
192.168.10.25
Bentuk biner:
11000000.10101000.00001010.00011001
Setiap oktet memiliki nilai 0–255.
Struktur IPv4
192 . 168 . 10 . 25│ │ │ │8bit 8bit 8bit 8bit
Total:
32 bit
C. Kelas IPv4
|
Kelas |
Range |
Default Mask |
|
A |
1 – 126 |
255.0.0.0 |
|
B |
128 – 191 |
255.255.0.0 |
|
C |
192 – 223 |
255.255.255.0 |
|
D |
224 – 239 |
Multicast |
|
E |
240 – 255 |
Eksperimen |
D. Private IP dan Public IP
Private IP
Digunakan dalam jaringan lokal.
Range:
10.0.0.0/8
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
Public IP
Digunakan pada internet dan diberikan oleh ISP.
Contoh:
103.160.22.10
E. IPv6
IPv6 menggunakan 128 bit sehingga mampu menyediakan alamat
yang jauh lebih banyak dibanding IPv4.
Contoh:
2001:db8:85a3::8a2e:370:7334
Keunggulan IPv6:
- Jumlah
alamat sangat besar.
- Konfigurasi
otomatis (SLAAC).
- Keamanan
lebih baik melalui dukungan IPsec.
- Header
lebih sederhana sehingga lebih efisien.
F. Network ID
Network ID menunjukkan identitas suatu jaringan.
Contoh:
IP 192.168.10.25 Subnet Mask 255.255.255.0
Network ID
192.168.10.0
Semua perangkat dalam jaringan tersebut memiliki Network ID yang sama.
G. Broadcast Address
Broadcast Address digunakan untuk mengirim data ke seluruh host dalam satu
jaringan.
Contoh:
IP 192.168.10.25 Mask 255.255.255.0
Broadcast
192.168.10.255
H. CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
CIDR digunakan untuk menyederhanakan penulisan subnet mask.
Contoh:
|
CIDR |
Subnet Mask |
|
/24 |
255.255.255.0 |
|
/25 |
255.255.255.128 |
|
/26 |
255.255.255.192 |
|
/27 |
255.255.255.224 |
|
/28 |
255.255.255.240 |
|
/29 |
255.255.255.248 |
|
/30 |
255.255.255.252 |
I. Subnetting
Subnetting adalah proses membagi satu jaringan menjadi beberapa jaringan
yang lebih kecil.
Tujuan:
- Mengurangi
broadcast.
- Mempermudah
manajemen jaringan.
- Menghemat
penggunaan IP.
- Meningkatkan
keamanan.
Contoh Soal
Jaringan:
192.168.1.0/24
Diminta menjadi 4 subnet.
Langkah:
1. Menentukan jumlah bit pinjaman
4 subnet
2² = 4
Pinjam 2 bit.
CIDR baru
/26
Mask
255.255.255.192
2. Menentukan Kelipatan
256 - 192 = 64
Subnet:
192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
3. Menentukan Host
Subnet pertama
Network
192.168.1.0
Host pertama
192.168.1.1
Host terakhir
192.168.1.62
Broadcast
192.168.1.63
J. VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah teknik subnetting yang menggunakan ukuran subnet berbeda sesuai
kebutuhan host, sehingga penggunaan alamat IP menjadi lebih efisien.
Contoh Kasus
Sebuah sekolah memiliki kebutuhan:
|
Ruangan |
Host |
|
Lab TKJT |
60 |
|
TU |
20 |
|
Guru |
12 |
|
Kepala Sekolah |
5 |
Jaringan awal:
192.168.10.0/24
Urutkan dari kebutuhan host terbesar:
|
Ruangan |
Host |
Prefix |
|
Lab TKJT |
60 |
/26 |
|
TU |
20 |
/27 |
|
Guru |
12 |
/28 |
|
Kepala Sekolah |
5 |
/29 |
Dengan VLSM, setiap ruangan mendapatkan subnet sesuai kebutuhan tanpa banyak
IP terbuang.
Studi Kasus
SMK Nusantara memiliki:
- Laboratorium
TKJT = 35 komputer
- Laboratorium
DKV = 25 komputer
- Guru =
12 komputer
- Tata
Usaha = 8 komputer
- Kepala
Sekolah = 4 komputer
Menggunakan jaringan:
192.168.100.0/24
Tugas
- Tentukan
subnet menggunakan VLSM.
- Tentukan
subnet mask masing-masing jaringan.
- Tentukan
Network ID.
- Tentukan
Broadcast Address.
- Tentukan
rentang IP host yang dapat digunakan.
Praktikum
Judul : Menghitung Subnet Jaringan Sekolah
Alat
- Laptop
- Kalkulator
- Cisco
Packet Tracer (opsional)
Langkah Kerja
- Perhatikan
studi kasus yang diberikan guru.
- Tentukan
jumlah host pada setiap ruangan.
- Hitung
kebutuhan prefix menggunakan VLSM.
- Tentukan
Network ID, Broadcast Address, dan rentang host.
- Gambar
topologi sederhana sesuai hasil pembagian subnet.
- Presentasikan
hasil perhitungan di depan kelas.
Rangkuman
- IP
Address adalah identitas unik perangkat dalam jaringan.
- IPv4
menggunakan 32 bit, sedangkan IPv6 menggunakan 128 bit.
- Network
ID menunjukkan identitas jaringan, sedangkan Broadcast Address digunakan
untuk mengirim data ke seluruh host dalam satu subnet.
- CIDR
mempermudah penulisan subnet mask.
- Subnetting
membagi jaringan menjadi beberapa subnet agar lebih efisien.
- VLSM memungkinkan
ukuran subnet disesuaikan dengan kebutuhan host sehingga penggunaan alamat
IP menjadi optimal.